Wednesday, January 20, 2016

5 Keunggulan SQLite


SQLite merupakan sistem manajemen database relasional yang dibangun dalam sebuah library bahasa pemrograman C. Berbeda dengan kebanyakan sistem manajemen database lainnya, SQLite bukanlah mesin database client-server melainkan berupa file tunggal atau beberapa file saja.

Ada banyak keunggulan yang dimiliki oleh SQLite dibanding database lainnya. Apa saja? Ini dia 5 keunggulan SQLite.

Mudah Dikelola

SQLite mudah dikelola karena SQLite merupakan file tunggal (atau beberapa file saja dengan tambahan log transaksi). Bila dibandingkan dengan database lainnya, SQLite juga tidak membutuhkan konfigurasi banyak. Selain itu, format filenya juga stabil di versi utama. Jadi, jika punya file database SQLite dari versi 3.0.0, pembaca tetap bisa membacanya dengan menggunakan SQLite terbaru 3.10.0. Jika pembaca ingin mengambil file database pada thumb drive, pembaca hanya perlu menyalin filenya saja.


Sangat Stabil

SQLite secara aktif dikembangkan oleh beberapa software engineer yang handal. Dalam waktu beberapa bulan, SQLite sering dirilis. Banyak fitur yang telah ditambahkan. Salah satunya fitur dukungan untuk data JSON melalui ekstensi json1. Selain itu, SQLite juga merilis versi perbaikan dari pencarian teks lengkap, yang meliputi hasil pemeringkatan dengan menggunakan algoritma BM25.

Selain menambahkan fitur baru, pengembang SQLite juga terus bekerja untuk meningkatkan performa SQLite. Dalam versi 3.8.11, SQLite menjadi dua kali lebih cepat dibanding versi 3.8.0 dan tiga kali lebih cepat dibanding versi 3.3.9

Meskipun banyak fitur yang sering ditambahkan, SQLite jarang menemukan bug didalamnya. Karena sebelum dirilis, SQLite di uji dengan pengujian yang cukup ketat.


Bisa Diperluas

SQLite juga bisa diperluas dengan ekstensi dan diintegrasikan dengan API. Salah satu contohnya adalah modul Python Pysqlite yang menjadi driver untuk SQLite. Ada juga modul Python Apsw yang menjadi driver alternatif SQLite. Modul Apsw menyediakan banyak API yang berguna untuk mendefinisikan fungsi kustom SQL, fungsi agregat, dan kolaborasi.


Sangat Cepat

SQLite sangat cepat jika berjalan pada lingkup yang sama sehingga tidak ada sumber daya tambahan seperti jaringan ketika menjalankan query maupun mengambil data. SQLite benar-benar fleksibel sehingga tidak membutuhkan protokol, serialisasi ataupun komunikasi melalui socket. SQLite juga bisa berjalan pada perangkat mobile, yang kini banyak dipakai di berbagai aplikasi Android.


Mode WAL

Mode WAL pertama kali diperkenalkan pada SQLite 3.7.0. Fitur ini berguna untuk mengatasi kongkurensi dimana aktivitas membaca dan menulis data bisa dilakukan secara bersamaan. Tanpa mode WAL, akan sangat sulit jika banyak menggunakan proses yang berkaitan dengan database.


SQLite merupakan mesin database yang unik, fleksibel dan mudah dikelola. SQLite juga bisa menjadi alternatif yang bagus untuk database dalam pengembangan perangkat lunak. Itulah dia SQLite dengan berbagai keunggulannya dan sebenarnya masih banyak keunggulan SQLite yang belum diulas. Apabila ada keunggulan SQLite lain, jangan sungkan untuk menambahkannya di kolom komentar dibawah ini. Selamat mencoba SQLite.

7 Plugin WordPress untuk Mempermudah dalam Membuat Web


WordPress adalah salah satu content management system (CMS) berbasis PHP yang saat ini paling banyak digunakan dalam membangun sebuah website. Bagaimana tidak, selain karena kemudahan dan kelengkapan fitur yang ditawarkannya, dukungan komunitasnya pun sangat luar biasa ramai. Itu tentu saja akan sangat membantu bagi developer ketika mendapati adanya bugs atau problems dalam proses pembuatan webnya. Selain itu, salah satu daya tarik terbesar WordPress yang membuat developer betah dengan WordPress adalah plugin.

Plugin WordPress adalah sebuah program tambahan yang bisa diintegrasikan dengan WordPress untuk memberikan fungsi-fungsi lain yang belum tersedia pada instalasi standar. Misalnya plugin anti-spam, plugin web counter, album foto, syntax highlighter dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas 7 plugin WordPress yang sering digunakan dalam web development dan selalu dapat membantu mempermudah pekerjaan versi CodePolitan.


1. Advanced Custom Fields

Adakalanya ketika kita membangun sebuah web, kolom-kolom field di halaman posting WordPress tidak cukup, kita membutuhkan field yang lebih dari hanya sekedar judul, teks, kategori atau thumbnail. Misalnya kita membutuhkan field tambahan seperti sub judul, nama kota atau yang lainnya yang tidak disediakan oleh WordPress secara default. Sebenernya masalah itu bukanlah masalah, karena kita bisa menambahkannya, karena WordPress telah menyiapkan API-nya. Namun sering kali kita butuh lebih cepat hanya untuk menambahkan sebuah field baru di web kita. So, plugin Advanced Custom Fields merupakan sebuah solusi yang sangat ampuh.

Download: https://wordpress.org/plugins/advanced-custom-fields/



2. Custom Post Type UI

Dalam membangun web, tidak selalu kita hanya butuh membuat pos artikel saja. Adakalanya kita membutuhkan pos dengan jenis yang lain, misalnya pos bertipe movie untuk menampilkan daftar film karena kebetulan web yang sedang kita bangun adalah untuk web untuk review film. Maka akan terlalu memaksakan diri jika kita menginputnya melalui pos artikel. Dengan bantuan Custom Post Type UI (CPT UI), maka masalah ini bisa teratasi dengan sangat mudah. Kita bisa membuat berbagai macam jenis pos sesuai kebutuhan web kita.

Download: https://id.wordpress.org/plugins/custom-post-type-ui/



3. URL ShortCodes

Plugin WordPress yang satu ini tergolong sangat simple, yaitu hanya berguna untuk membuat shortcode untuk menampilkan link base url dan theme url, tapi plugin ini sangat berguna dalam pembangunan web, terutama ketika ada kemungkinan web kita untuk dimigrasikan. Dengan plugin WordPress ini kita tidak direpotkan lagi dengan base url yang berganti, misalnya dari http://localhost/myweb menjadi http://www.namawebnya.com.

Download: https://wordpress.org/plugins/url-shortcodes/



4. Contact Form 7

Contact Form 7 sangat berguna ketika kita membutuhkan form contact us pada web yang kita bangun. Dengan menggunakan Contact Form 7 kita akan sangat dimudahkan dalam membuat form untuk berbagai keperluan.

Download: https://id.wordpress.org/plugins/contact-form-7/



5. WooCommerce

Kalau kita ingin membangun web untuk toko online, maka plugin WordPress yang satu ini akan sangat membantu. Segala kebutuhan kita untuk membangun toko online hampir semuanya dipenuhi oleh WooCommerce.

Download: https://wordpress.org/plugins/woocommerce/



6. BuddyPress

BuddyPress adalah plugin WordPress yang berguna untuk membangun web dnegan konsep social network. Dengan BuddyPress kita bisa membangun web yang memiliki sistem pertemanan layaknya Facebook, berkirim pesan bahkan update status layaknya sosial media.

Download: https://wordpress.org/plugins/buddypress/



7. Yoast SEO

Bagi kamu yang ingin membangun web yang sangat konsen dengan Search Engine Optimization (SEO), maka plugin WordPress ini akan sangat berguna. Yoast SEO dapat memberikan informasi optimasi dari SEO setiap pos yang kita buat. Yoast akan memberitahukan apakah teknik SEO kita dalam sebuah pos apakah sudah baik atau belum, jika sebuah pos yang kita buat memiliki SEO bagus maka akan ada indikator berwarna hijau. Jika buruk maka akan berwarna abu-abu atau merah.

Download: https://wordpress.org/plugins/wordpress-seo/



Demikianlah 7 plugin WordPress yang dapat membantu proses development versi CodePolitan. Kalau kamu punya plugin favorit dalam membangun web selain 7 yang di atas, kamu bisa menambahkannya melalui form komentar. Semoga bermanfaat :D

Kerja Remote, Kerja Modern Masa Kini


Kini kerja remote telah menjadi salah satu era kerja modern masa kini khususnya bagi para programmer atau developer. Sebelum ke inti, apa ada yang tahu arti kerja remote? Oh yang kerja mainin remote TV di rumah itu ya? (dulu saya sempat berpikir begitu. Hehehe. :D) Jawabannya bukan seperti itu. Menurut saya, kerja remote adalah kerja yang bisa dilakukan di mana saja dengan seseorang atau perusahaan yang jaraknya jauh bahkan sangat jauh. Dengan bermodal empat hal: koneksi internet, listrik, skill serta tanggung jawab maka kita paling tidak sudah bisa melakukan kerja remote.

Berikut saya kemas seputar kerja remote dengan model QA.
Q: Apa sih keuntungan dan kerugian dari kerja remote?
A: Keuntungan: kita bisa dekat dengan keluarga, kerja lebih fleksibel, penghasilan lebih banyak daripada pekerja kantoran, dan masih banyak lagi. Kerugiannya: kita bakal dianggap “pengangguran”. Kenapa? Karena kita terus diam di rumah, kalo koneksi internet dan listrik putus ya gawat berat bagi pekerja remote, dan masih banyak lagi.
Q: Terus bagaimana cara kita berkomunikasi dengan perusahaan atau klien?
A: Kita bisa pakai social media, layanan chat kerja remote (saya belum tahu ada atau ngga), pakai trello, dan masih banyak lagi.
Q: Bagaimana cara nya mendapatkan kerja remote?
A: Salah satu referensi yang bagus bisa di upwork.com
Q: Kalau kita udah selesai ngerjain dan dianggap benar oleh klien, upah kerja kita dikirim lewat apa?
A: Biasanya pakai paypal, transfer bank atau mungkin wesel pos
Q: Apa kerja remote sama dengan kerja kantoran?
A: Sama seperti kerja kantoran namun jarak yang memisahkan. Hihihi. :D
Q: Wah berarti kerja remote gampang ya?
A: Gampang dalam artian kita sudah menguasai skill yang diminta dan bertangggung jawab seperti terus komunikasi dengan klien.

Yap, sekian mengenai sekilas artikel kerja remote. Untuk teman  – teman yang ingin belajar kerja remote, berikut saya bagikan sebuah majalah (lebih tepatnya) bernama “Remote Voice Volume 1”, hasil karya mas Rahmat Awaludin salah satu member Kami Kerja Remote dan Laravel Indonesia bersama rekan – rekannya. Untuk link nya bisa klik di sini.

Semoga bermanfaat. :D

Steve Jobs dan Bill Gates Adu Nge-Rap


Ngeliat Eminem ngerap atau ngelakuin rap battle kayaknya udah biasa, tapi gimana jadinya kalo yang ngelakuin adu rap adalah dua orang bossnya teknologi dunia yaitu Steve Jobs dan Bill Gates? Kira-kira bakal jadi kayak gimana ya? Dan siapa yang akan menang ya?

Nice Peter dan EpicLLOYD, dua orang rapper ini akan beradu skill rap dan saling serang dalam lirik rap yang mana akan memerankan sebagai Steve Jobs dan Bill Gates. Tentunya dengan konten Apple dan Microsoft dong. Nice Peter berperan sebagai Steve Jobs sedangkan EpicLLOYD berperan sebagai Bill Gates.

Oh ya, kamu juga bisa ikut nentuin siapa yang menurut kamu pemenangnya melalui vote di tautan berikut: http://www.epicrapbattlesofhistory.com/video/O80KPLVeUEoc/

This is “Steve Jobs” and this is “Bill Gates”, this is full battle… check this yoo…


Melihat Halaman HTML Pertama di Dunia


Pembaca mungkin telah mengenal Tim Berners-Lee, sang pembuat World Wide Web. Dahulu kala, pada tanggal 6 Agustus 1991, beliau merilis halaman web pertama didunia saat masih bekerja di CERN. Halaman web ini dapat pembaca akses lewat alamat http://info.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html.



Tampilan halaman web pertama di dunia memang tampak biasa-biasa saja, mirip dengan halaman web pertama yang kita buat saat masih belajar HTML. Wajar saja, karena pada saat pertama kali dikenalkan, HTML belum memiliki pasangan (CSS). Sekarang, mari kitacoba intip kode HTML dari halaman web pertama di dunia ini.
<HEADER>
<TITLE>The World Wide Web project</TITLE>
<NEXTID N="55">
</HEADER>
<BODY>
<H1>World Wide Web</H1>The WorldWideWeb (W3) is a wide-area<A
NAME=0 HREF="WhatIs.html">
hypermedia</A> information retrieval
initiative aiming to give universal
access to a large universe of documents.<P>
Everything there is online about
W3 is linked directly or indirectly
to this document, including an <A
NAME=24 HREF="Summary.html">executive
summary</A> of the project, <A
NAME=29 HREF="Administration/Mailing/Overview.html">Mailing lists</A>
, <A
NAME=30 HREF="Policy.html">Policy</A> , November's <A
NAME=34 HREF="News/9211.html">W3 news</A> ,
<A
NAME=41 HREF="FAQ/List.html">Frequently Asked Questions</A> .
<DL>
<DT><A
NAME=44 HREF="../DataSources/Top.html">What's out there?</A>
<DD> Pointers to the
world's online information,<A
NAME=45 HREF="../DataSources/bySubject/Overview.html"> subjects</A>
, <A
NAME=z54 HREF="../DataSources/WWW/Servers.html">W3 servers</A>, etc.
<DT><A
NAME=46 HREF="Help.html">Help</A>
<DD> on the browser you are using
<DT><A
NAME=13 HREF="Status.html">Software Products</A>
<DD> A list of W3 project
components and their current state.
(e.g. <A
NAME=27 HREF="LineMode/Browser.html">Line Mode</A> ,X11 <A
NAME=35 HREF="Status.html#35">Viola</A> , <A
NAME=26 HREF="NeXT/WorldWideWeb.html">NeXTStep</A>
, <A
NAME=25 HREF="Daemon/Overview.html">Servers</A> , <A
NAME=51 HREF="Tools/Overview.html">Tools</A> ,<A
NAME=53 HREF="MailRobot/Overview.html"> Mail robot</A> ,<A
NAME=52 HREF="Status.html#57">
Library</A> )
<DT><A
NAME=47 HREF="Technical.html">Technical</A>
<DD> Details of protocols, formats,
program internals etc
<DT><A
NAME=40 HREF="Bibliography.html">Bibliography</A>
<DD> Paper documentation
on W3 and references.
<DT><A
NAME=14 HREF="People.html">People</A>
<DD> A list of some people involved
in the project.
<DT><A
NAME=15 HREF="History.html">History</A>
<DD> A summary of the history
of the project.
<DT><A
NAME=37 HREF="Helping.html">How can I help</A> ?
<DD> If you would like
to support the web..
<DT><A
NAME=48 HREF="../README.html">Getting code</A>
<DD> Getting the code by<A
NAME=49 HREF="LineMode/Defaults/Distribution.html">
anonymous FTP</A> , etc.</A>
</DL>
</BODY>

 Inilah kode-kode HTML pertama yang ditulis oleh Tim Berners-Lee. Dapat kita lihat bahwa halaman web ini tidak menggunakan tag <html></html>, karena memang pada saat itu masih belum ada aturannya. Tag-tag dan atribut yang dituliskan juga menggunakan huruf kapital (dewasa ini penggunaan huruf kapital untuk tag dan atribut tidak disarankan).

Ternyata, kecanggihan HTML5 yang saat ini temukan dimulai oleh satu halaman ini. Berkat jasa Tim Berners-Lee dan World Wide Web Consortium (organisasi yang mengatur pengembangan HTML) selama bertahun-tahun untuk terus menyempurnakan HTML kita dapat mengenal YouTube, Facebook, Twitter.

10 Lisensi Open Source Populer yang Mesti Diketahui



Dalam hal pemrograman kita seringkali bertemu dengan kode program yang open source. Open source berarti kode sumber dari suatu program tersedia dan dapat diakses serta memungkinkan untuk dimodifikasi. Open source adalah kebalikan dari closed-source software yang mana hanya dapat digunakan dan tidak dapat dimodifikasi karena kode sumbernya tidak disediakan. Biasanya closed-source software adalah proprietary software atau perangkat lunak berbayar. Sebagian orang mengaitkan open source dengan gratis, mengingat ada istilah FOSS atau Free Open Source Software yang mana istilah free diartikan dengan gratis. Perlu kita garis bawahi bahwa sekalipun suatu program itu open source dan dapat digunakan secara gratis, tetap ada aturan-aturan tertentu dalam memodifikasi dan mendistribusikan ulang.

Aturan penggunaan suatu karya diatur dalam lisensi yang disertakan pada karya tersebut. Kebanyakan negara menerapkan automatic copyright untuk setiap karya yang dibuat, dengan kata lain ketika suatu karya tidak dijelaskan lisensinya, maka hak atas kekayaan intelektual sepenuhnya pada si pembuat sesuatu itu. Termasuk di negara Indonesia, seperti dijelaskan dalam Undang-undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Copyright atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah hak cipta, adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait lisensi open source, tidak semua perangkat lunak open source dapat digunakan dengan bebas dan mutlak. Meskipun kode sumbernya terbuka dan memungkinkan untuk dimodifikasi, tetap ada batasan-batasan yang ditentukan oleh si pemilik/pembuat sesuai dengan lisensi yang digunakan. Pada dasarnya di dalam lisensi diatur apa saja yang boleh dilakukan, yang tidak boleh dilakukan dan yang harus dilakukan oleh pengguna pada perangkat lunak. Oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui beberapa jenis lisensi untuk open source software yang umum digunakan. Di bawah ini kami jelaskan beberapa lisensi open source populer beserta penjelasan singkat tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan pada produk berlisensi tersebut. Kami gunakan kriteria populer berdasarkan tren penggunaan lisensi seperti yang dijelaskan pada artikel yang dirilis oleh website www.blackducksoftware.com dan github.com.


Apache License

Apache License adalah lisensi untuk perangkat lunak bebas guna yang ditulis oleh Apache Software Foundation (ASF). Lisensi ini memberikan hak penggunaan paten secara langsung dari si pembuat perangkat lunak kepada pengguna.

Pada perangkat lunak berlisensi ini, pengguna boleh menggunakannya untuk tujuan komersil, pengguna boleh mendistribusikan ulang, memodifikasi, menggunakan paten, dan boleh menerapkan lisensi yang berbeda dari perangkat lunak asal. Pengguna juga boleh menggunakan dan memodifikasi perangkat lunak secara pribadi tanpa ada kewajiban untuk mendistribusikan ulang. Pengguna harus menyertakan lisensi ini pada perangkat lunak turunan yang didistribusikan, menyertakan hak cipta asli si pembuat, serta menyertakan perubahan apa saja yang dilakukan (apabila dimodifikasi). Pengguna tidak boleh menggunakan trademark, logo, atau mengatasnamakan si pembuat dalam proses distribusi ulang dan tidak punya hak untuk menuntut si pembuat ketika terjadi kerusakan pada perangkat lunak tersebut.


GNU General Public License / GPL

Lisensi ini adalah lisensi yang paling banyak digunakan pada perangkat lunak bebas guna. Pada lisensi GPL v3.0, perangkat lunak turunan atau yang didistribusikan mesti menggunakan jenis lisensi yang sama (yakni GPL). Pengguna boleh menggunakan perangkat lunak berlisensi ini untuk tujuan komersil, pengguna boleh mendistribusikan ulang, memodifikasi, menggunakan paten, dan penggunaan secara pribadi tanpa ada kewajiban untuk mendistribusikan ulang. Pengguna harus menyertakan kode sumber dari library yang dimodifikasinya (bukan kode sumber dari keseluruhan program), menyertakan lisensi, menyertakan hak cipta asli si pembuat, serta menyertakan perubahan apa saja yang dilakukan (apabila dimodifikasi). Pengguna tidak punya hak untuk menuntut si pembuat ketika terjadi kerusakan pada perangkat lunak tersebut.

Pada lisensi GPL v2.0, sama seperti GPL v3.0 kecuali pengguna tidak berhak mengklaim paten dari si pembuat kode. Ada pula lisensi Affero General Public License / AGPL v3.0, yakni lisensi yang sama seperti GPL v3.0 yang khusus dibuat untuk membolehkan pengguna menggunakan perangkat lunak yang didistribusikan melalui jaringan seperti website dan layanan online.


MIT License

MIT license adalah lisensi perangkat lunak bebas guna yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Lisensi ini ringkas dan to the point. Lisensi ini membolehkan pengguna untuk melakukan apapun pada kode program seperti pada Apache License. Lisensi ini hanya mewajibkan pengguna untuk menyertakan lisensi dan copyright si pembuat pada kode yang didistribusikan ulang dan tidak ada larangan untuk menggunakan trademark dari si pembuat asli. Selain itu pengguna juga tidak berhak untuk menuntut si pembuat ketika terjadi kerusakan pada perangkat lunak tersebut.


Artistic License 2.0

Lisensi ini biasanya digunakan oleh komunitas Perl. Lisensi ini memberikan kebebasan, keharusan dan larangan seperti pada MIT License. Selain itu, lisensi ini mengharuskan pengguna yang memodifikasi perangkat lunak untuk juga menyertakan versi aslinya dalam pendistribusian. Selain itu nama dari perangkat lunak yang dimodifikasi harus berbeda dengan nama perangkat lunak originalnya.


BSD License

Lisensi ini memberikan kebebasan sebebas-bebasnya pada pengguna untuk melakukan apapun pada kode selama tetap menyertakan lisensi dan copyright.


GNU Lesser General Public License / LGPL v3.0

Lisensi ini sama seperti lisensi GPL v3.0, dengan sedikit penambahan izin bahwa kode library yang dimodifikasi harus menggunakan lisensi yang sama, tetapi program yang menggunakan kode library tersebut tidak mesti menggunakan lisensi yang sama.


Mozilla Public License 2.0 / MPL v2.0

Lisensi ini dibuat oleh Mozilla Foundation. Lisensi ini mirip dengan lisensi GPL. Setiap kode program yang dimodifikasi harus tetap berada di bawah lisensi ini. Tetapi penggunaan kode programnya dapat digabung dengan program yang berlisensi proprietary selama kode file yang berlisensi MPL. Selain itu binary program dapat didistribusikan di bawah lisensi proprietary selama kode sumbernya tetap berada di bawah lisensi MPL.


Microsoft Public License / Ms-PL

Lisensi ini membolehkan pengguna untuk melakukan apapun pada perangkat lunak. Pengguna harus menyertakan copyright dan lisensi pada perangkat lunak yang didistribusikan. Selain itu distribusi perangkat lunak hasil modifikasi tidak boleh mengatasnamakan trademark atau nama si pembuat pertama.


Unlicense / Public Domain Dedication

Seperti dijelaskan di awal tulisan bahwa by default setiap karya dilindungi undang-undang hak cipta. Adapun bila kita hendak membuat karya kita dapat digunakan oleh siapapun tanpa batasan apapun, kita dapat menggunakan Unlicense. Unlicense ini akan membuat karya kita menjadi public domain, yakni tidak lagi dilindungi oleh undang-undang hak cipta. Karya public domain ini dimiliki oleh publik, dan tidak bisa dimiliki oleh perorangan.


Do What The F*ck You Want To Public License / WTFPL v2.0

Lisensi ini nyaris seperti public domain. Lisensi ini super-permissive, artinya pengguna dapat melakukan apapun yang ingin dilakukan pada kode program. Tapi perlu dicatat bahwa lisensi ini bukan lisensi trademark. Tidak ada sangkut paut apapun dengan si pembuat kode pertama dan kode hasil modifikasi tidak boleh menggunakan nama yang sama dengan nama kode/program yang dibuat oleh si pembuat sebelumnya.

Pencetus Istilah BUG untuk Pertama Kali



Istilah BUG sering didengungkan saat program tidak berjalan sesuai keinginan atau bisa dibilang agak ngaco.

Saya klik tombol ekspor laporan kenapa baik baik saja ya? – Client
Bersyukur pak kalau tidak ada apa apa, semoga kita bisa segera launch produknya. – Developer
Ya, itu sepotong perbincangan client dan developer saat tidak ada bug.
Nah, pernah gak kita merenung sebentar, siapa sih pencetus istilah BUG? ya, sama sekali gak terfikir oleh kita. Karena waktu kita habis untuk memikirkan deadline skripsi atau deadline pekerjaan yang tinggal 3 hari lagi.

Pencetus istilah bug adalah Grace Brewster Murray Hopper. Grace Hopper juga merupakan tokoh yang mempopulerkan juga istilah Debugging. Seperti teman-teman tahu istilah debugging ini merupakan pekerjaan memperbaiki bug yang ada.

Grace adalah seorang Wanita Amerika kelahiran 1906. Beliau merupakan Computer Scientist. Grace mendapatkan gelar sarjananya dalam bidang matematika dan fisika di The Phi Beta Kappa. Kemudian menuntaskan pendidikan magister di Yale University pada tahun 1930. Beliau juga bekerja untuk US Navy dan berpangkat Rear Admiral.



Istilah bug ditemukan Grace dan kawan kawan saat mengerjakan mesin MARK II, saat itu sistem tidak berjalan sesuai keinginan. Setelah diperiksa ternyata ada serangga yang terjebak dalam komponen komputer yang mengganggu jalannya sistem elektronika MARK II.  Dengan agak iseng kemudian serangga tersebut disingkirkan dan ditempelkan dalam buku catatan mereka.

Luar biasa! itulah yang ada di benak saya saat membaca Biografi beliau. Tak disangka Grace Hopper juga merupakan pencipta Compiler untuk pertama kali. Compiler tersebut dipakai untuk mesin UNIVAC.  UNIVAC kependekan dari Universal Automatic Computer, yang beberapa kali mengeluarkan beberapa versi, mulai dari Univac II sampai Univac 1108.

Tidak berhenti sampai disitu, pada tahun 1959 Grace Hopper bersama pemerintahan AS mengembangkan suatu bahasa pemrograman yang juga fenomenal dan sering sekali disebut oleh dosen saya di mata kuliah pemrograman, COBOL!  kependekan dari Common Business-Oriented Language. Bahasa pemrograman tersebut ditujukan untuk kepentingan bisnis. COBOL banyak menghasilkan program finance dan sistem administrasi untuk perusahaan dan pemerintahan.

COBOL buatan Grace Hopper dan kawan kawan juga disebut sebagai bahasa pemrograman generasi ketiga. Bersanding dengan bahasa pemrograman seperti Fortran dan ALGOL yang juga diperkenalkan pada tahun 1950an.



Kisah Grace memang luar biasa. Tidak salah jika beliau dinobatkan sebagai Ibu Pemrograman. Salah satu wanita yang sangat berperan di dunia teknologi.

Terimakasih “Amazing Grace”!

 
biz.